Senin, 08 September 2014

Jangan Pernah Menyerah

Ketika kita bermimpi, ketika kita mempunyai angan-angan dan kita optimis untuk merealisasikan semuanya, selalu saja ada halangan dan cobaan yang muncul untuk menguji seberapa besar niat dan tekad kita dalam mewujudkan mimpi dan angan-angan menjadi kenyataan. Namun tak jarang pula menyerah adalah akhir dari mimpi-mimpi yang --Padahal-- telah kita buat sendiri.

Kata-kata "Udahlah realistis aja", "Yang pasti-pasti aja", "Gausah terlalu berharap, nanti kalo jatuh sakit","Kayanya ngga mungkin deh, ngga usah ajalah" sering kali jadi ucapan jitu untuk meluluh-lantakan impian diri sendiri bahkan orang lain !! Kata-kata yang begitu sederhana dapat menghancurkan semua impian diri sendiri yang begitu besar bahkan menular untuk menghancurkan impian besar orang lain ! Sekarang pertanyaanya adalah, kenapa harus berkata seperti layaknya kita yang mengatur nasib baik dan buruk ? Kenapa kita harus berkata layaknya kita yang mengatur rezeki ? apa gunanya kata-kata yang tidak bermutu seperti itu sering terucap bibir ? dan mau sampai kapan jadi "situkang nyerah" ?

Saya punya seorang teman, beliau seorang wanita yang jarak umurnya beberapa bulan lebih muda dari saya, kami sempat satu SMP dan satu organisasi, setelah lulus beliau maju kejenjang SMA yang notabene SMAnya adalah SMA bonafide, dan beliau ini merupakan salah satu siswi berprestasi dibidang akademik dengan mengikuti Olimpiade Sains Nasional bidang Kebumian pada masanya. Setelah lulus beliau mencoba ikut SNMPTN, namun beliau gagal, lalu mncoba SBMPTN dan ternyata kegagalan lagi yang diterima olehnya, tidak berhenti disitu, Ia tetap berjuang di tengah kesedihannya dan kegagalanya, menyembunyikan keluh kesahnya dihadapan orang lain. singkat cerita ia telah mecoba lebih dari 10 kali test masuk baik itu keperguruan tinggi negeri atau ke sekolah tinggi kedinasan. Masa-masa sulit Ia jalani, tetap berjuang walau dengan sedih hati, sampai sempat ia berkata "Saya lupa rasanya berhasil"

Namun rencana Allah memang yang terbaik, yang terbaik untuk orang-orang baik, Bila kemarin ia gagal dan tetap berusaha, sekarang ia berhasil memetik buahnya. Sekarang ia berhasil lolos di salah satu Universtas bonafide Di Indonesia -yang tidak saya sebutkan namanya- dan yang terpenting ia tetap menjadi sosok yang rendah hati, Insya Allah.

Yang harus dicamkan adalah, Dunia ini tidak adil kawan ! Ia tidak mampu mengingat semua nama. Ia hanya mampu mengingat sedikit nama, Mereka yang diingat adalah mereka yang melakukan suatu hal yang lebih dari biasanya, dan diluar dari biasanya. Dunia tidak akan pernah mengingat nama-nama mereka yang hanya menyerah pada keadaan, yang dalam hidupnya hanya ada keluhan pada kesusahan.



“Dan janganlah kamu berputus asa daripada rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa daripada rahmat Allah melainkan orang-orang yang kufur.” (Q.S. Yusuf: 87)

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.” (Q.S. Al-Insyirah: 5-6)

 “Wahai orang-orang yang beriman mintalah pertolongan melalui Sabar dan Shalat, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. Dan benar-benar akan Kami uji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, dan kekurangan buah-buahan, dan berilah kabar gembira bagi orang-orang yang sabar, (yaitu) yang apabila mereka tertimpa musibah mereka mengatakan “Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya kami kembali”(Q.S. Al-Baqarah: 155-156)

“Barang siapa bertakwa kepada Allah maka Dia akan menjadikan jalan keluar baginya, dan memberinya rizki dari jalan yang tidak ia sangka, dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah maka cukuplah Allah baginya, Sesungguhnya Allah melaksanakan kehendak-Nya, Dia telah menjadikan untuk setiap sesuatu kadarnya” (Q.S. Ath-Thalaq: 2-3)

Selasa, 01 April 2014

Jika esok adalah hari terakhir.....

Jika saat ini, saat membaca tulisan ini, saya bertanya atau saya bilang kepada anda bahwa anda akan meninggal esok hari. Anggap saja anda benar-benar meninggal esok hari, dan anda yakin bahwa kematian yang akan terjadi pada anda kurang dari 24 jam dari sekarang....... Apa yang terlintas pada pikiran anda sekarang ? apa yang akan anda lakukan ? bagaimana cara anda melanjutkan sisa kehidupan yang kurang dari 24 jam ? timbulkah pertanyaan dibenak anda...

"Bagaimana dengan semua amalan yang telah saya lalaikan....."
"Bagaimana dengan amal baik yang saya lalaikan ketika ada kesempatan...."
"Bagaimana dengan sedekah saya yang masih sangat sedikit...."
"Bagaimana dengan hutang-hutang saya yang belum saya bayar...."
"Bagaimana dengan semua kata-kata buruk dan finah saya kepada orang-orang..."
"Bagaimana dengan amalan-amalan yang belum pernah saya lakukan...."
"Bagaimana dengan semua dosa saya...."
"Bagaimana saya menebusnya dengan waktu yang kurang dari 24 jam...."

Banyak orang yang telah kita ketahui, muda, tua, sebaya, yang meninggal lebih awal dari kita. Hidup penuh dengan tujuan, sekarang dimana letak tujuan kita masing-masing ? apakah hanya untuk bersenang senang karena Dunia adalah tujuan terakhir, atau sebagai perjalanan untuk dunia yang lebih pasti....

Sekarang anggaplah waktu hidup yang 24 jam telah habis, dan telah nampak Izrail didepan mata kita, yang jaraknya tidak lebih dari 2 lengan kita..... Ucapan apa yang akan terlontar kepadanya ? Apakah "Saya tidak bisa terima bahwa saya akan meninggal, saya belum sanggup berjumpa Allah saat ini..." atau "Saya telah siap, bawalah saya kepada Allah, zat yang nyawa saya pada genggaman-Nya..."

Jadi apakah masih ada keyakinan bahwa esok kita bisa melihat langit-langit atap kamar kita ? adakah jaminan yang membuat kita melangkah seakan tiada dosa ? Siapkan jiwa, siapkan hati hanya itu petunjuk yang diberikan, namun sudahkah kita pempersiapkannya ? Akankah ada ketenangan untuk kita setelah kita meninggalkan dunia ini  ? akankah tempat yang terbaik yang disediakan atau api yang menusuk hati.....

Tidak ada jaminan untuk itu semua, yang kita bisa hanyalah memperbaiki diri untuk kehidupan yang disiapkan setelah kematian, satu satunya penolong kita hanyalah amal perbuatan kita, tidak ada seorangpun yang dapat membantu, tidak bahkan orang tua sekalipun ketika maut telah depan mata....





Masihkah ada waktu untuk kita merasa aman ? masih adakah waktu untuk kita bersenang-bersenang ? apakah ada jaminan umur yang panjang di usia kita yang masih muda ?





“Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kalian lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kalian, kemudian kalian akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia memberitahukan kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan”. (Surat Al Jumu`ah: 8).

” Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. “ (QS. Al-Imran (3), Ayat 185)

“Di mana pun kalian berada, kematian akan mendapatkan kalian, kendatipun kalian berada di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh”. (Surat An Nisa’: 78)

” Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dialah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. “ (QS: Luqman (31), Ayat 34)


Jumat, 28 Maret 2014

Life is Choice, You have a Choice !

Pada kehidupan yang hanya sebentar saja, kerap kali kita dihadapkan pada masalah-masalah yang menurut kita sulit sekali untuk menyelesaikanya, dan sering kali (entah karena ingin mengungkapkan atau mencari perhatian) kita menjelaskan dan mengumbar masalah dan keluh-kesah kita pada orang lain bahkan dimedia sosial seperti twitter, facebook dan lainnya, sehingga timbul perhatian dan respon dari orang-orang sekitar kita (yang sebenarnya tidak membantu menyelesaikan masalah).

Sering pula kita merasa masalah yang ada pada diri kita adalah yang lebih besar deritanya dibanding masalah-masalah yang terjadi pada orang lain, seakan-akan orang lain tidak pernah merasakan masalah sebesar masalah yang kita rasa, biasanya kita mengungkapkan hal ini dengan kata-kata " you don't feel what I feel !" atau "you don't know anything about my problem !" Now I ask you,  do you feel what I feel ? Do you know anything about my problem ? No ! I don't think so.....

Masing-masing dari kita mempunya masalah serius yang sama-sama tidak dirasakan oleh orang lain, masalah siapa yang lebih besar diantara kita siapa yang tahu ? dan siapa yang mau tahu ? Kalau-pun mereka tahu apakah mereka membantu.....?

Hidup ini pilihan, tentu kamu punya pilihan, saya punya pilihan, kita semua punya pilihan, bahkan "tidak memilih" adalah termasuk pilihan. Sekali lagi ingat, kita sama sama punya pilihan, mengeluh terhadap semua masalah yang kita hadapi, atau menyelesaikanya, membandingkan masalah kita terhadap orang lain atau men-sudahi-nya, semua pilihan ada pada kita, apapun yang kita pilih itu adalah hak kita, tapi ingat setiap pilihan punya konsekuensinya masing-masing dan menentukan nasib kita mendatang ! Kitapun akan diminta pertanggungjawabannya !

Ada beberapa kejadian yang diluar kendali kita, terjadi secara tiba-tiba kepada kita, dan kita tidak memilih untuk mendapatkan itu, seperti halnya, kita lahir dari siapa, kondisi kita seperti apa, siapa orang tua kita, atau ketika kita ingin bepergian tiba-tiba terjadi bencana alam seperti gempa atau banjir karena hujan deras sehingga kita tidak dapat pergi ke tempat tujuan. Dan dalam hal yang seperti ini tidak akan dimintai pertanggungjawabannya, karena memang di luar jangkauan dan pikiran kira, sebagai contoh mudahnya, misalnya kita ingin kesekolah pada pagi hari, namun karena hujan yang sangat deras, tiba tiba banjir bah melanda dan kita terhalang untuk berangkat kesekolah sehingga kita telat, apa kita akan dimarahi oleh penjaga sekolah atau guru yang sedang mengawas dan di minta pertanggungjawaban ? tentu mereka memaklumi. Namun jika kita datang telat kesekolah karena kesiangan dan tidak memakai atribut lengkap, apa mereka akan memaklumi ? tentu tidak, karena itu semua kesalahan yang diakibatkan kelalaian kita.

Sekali lagi hidup ini pilihan..... Kita tidak dapat memilih seperti apa kita lahir, namun kita dapat memilih seperti apa kita mati nanti, kita dapat memilih untuk beriman, atau tidak beriman sama sekali, kita dapat memilih menjadi orang baik atau orang jahat, kita dapat memilih menyelesaikan masalah atau mengeluh. Yang jelas, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.......





Sekarang semua pilihan tergantung pada kita, Pilihlah yang baik, karena itu akan perpengaruh terhadap dunia ini, terhadap kita, dan bagaimana cara dunia mengenang kita nantinya, ingat sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.......


"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan,"Kami telah beriman", sedangkan mereka tidak diuji?
Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yg benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta."
[Surah Al-Ankabut ayat 2-3]

"Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya,"
[Surah Al-Baqarah ayat 286]

"Janganlah kamu bersikap lemah. dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman."
[Surah Al-Imran ayat 139]

"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sholat; dan sesungguhnya shalat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyu"
[Surah Al-Baqarah ayat 45]

"......dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir."
[Surah Yusuf ayat 12] 

“Wahai orang-orang yang beriman mintalah pertolongan melalui Sabar dan Shalat, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. Dan benar-benar akan Kami uji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, dan kekurangan buah-buahan, dan berilah kabar gembira bagi orang-orang yang sabar, (yaitu) yang apabila mereka tertimpa musibah mereka mengatakan “Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya kami kembali”(Q.S. Al-Baqarah: 155-156)



Minggu, 23 Maret 2014

Logical Thinking

Segala sesuatu yang ada di alam ini, semua benda yang terhampar di depan kita sama sekali tidak terlihat cacat sedikitpun. Jika kita pelajari tentang apa yang ada di bumi maupun di langit secara seksama, kita akan mengetahui bahwa tidak ada yang tehampar sia-sia dan banyak sekali keteraturan dan keseimbangan. Coba pikiran jika ada salah satu yang telah dikadarkan dalam bumi ini bertambah sedikit saja, atau berkurang sedikit saja, apa yang akan terjadi dalam kehidupan kita ?

Semua ilmuan telah menyadari sejak dulu, bahwa manusia hidup sesuai dengan keadaan yang dibutuhkannya "Jika gravitasi di permukaan bumi lebih kuat dari sekarang maka atmosfer menahan terlalu banyak amonia dan methana, jika lebih lemah maka atmosfer planet akan terlalu banyak kehilangan air. Jika jarak bumi dengan matahari lebih dekat maka planet ini akan terasa sangat panas, jika jaraknya lebih jauh maka akan terlalu dingin. Jika kerak bumi lebih tebal, maka terlalu banyak oksigen berpindah dari atmosfer ke kerak bumi, jika lebih tipis maka aktivitas tektonik dan vulkanik akan terlalu besar. jika medan magnet terlalu besar maka badai elektromagnetik terlalu merusak, jika lemah maka kurang perlindungan dari radiasi yang membahayakan dari bintang. Jika kadar ozon lebih besar maka suhu permukaan bumi terlalu rendah, jika lebih kecil maka suhu permukaan bumi relalu tinggi, akan terlalu banyak radiasi dari sinar ultraviolet." Lalu muncul pertanyaan apakah semesta dengan segala keharmonisannya ini tidak sengaja tercipta, atau ada yang menciptakan ?

Meninjau dari beberapa ilmuan yang-menurutnya bahwa segala yang ada di semesta ini tercipta dari ketidak-sengajaan menjadi suatu bentuk yang lain seperti yang digagaskan oleh Caharles Darwin dengan teori evolusinya, diperkuat dengan teori Alexander Oparin dan percobaan Stanley Miller dengan teori "generatio spontanea" (makhluk hidup terjadi dengan spontanitas oleh benda yang tak hidup), yang berpendapat bahwa "manusia berasal dari primodial soup menjadi protein sederhana, lalu berubah-ubah lagi sehingga muncul sel multiseluler, lalu berubah menjadi oganisme laut, lalu muncul berkelompok-kelompok binatang, dan dari binatang ini munculah manusia" 
Lalu pada abad 20 Georges Politzer menyatakan "Alam semesta ini bukanlah objek yang diciptakan, apabila memang demikian maka jagad raya harus diciptakan secara seketika oleh Tuhan dan muncul dari ketiadaan. Untuk mengakui penciptaan, orang harus mengakui, sejak awal, keberadaan momen ketika alam semesta tidak ada, dan bahwa sesuatu muncul dari ketiadaan, Ini pandangan yang tidak bisa di terima sains."

Namun semua pernyataan ini tidaklah bisa menjelaskan secara totalitas tentang asal manusia dan semua yang ada di semesta ini, karena kita dapat mengatahui bahwa tubuh manusia terlalu sempurna untuk diciptakan secara kebetulan. Penciptaan alam semesta pun terlalu sempurna dan terlalu indah untuk diciptakan secara kebetulan.

Sebagai permisalan sila dilihat video ini




Manusia adalah makhluk yang paling kompleks yang ada dimuka bumi, Tubuh manusia terdiri dari organ organ yang menyusun sempurna, organ-organ tersusun dari jaringan-jaringan yang  membentuk kesatuan dari jaringan ini masih tersusun dari berbagai macam sel  yang berasal dari organel sel yang di dalamnya terdapat inti sel, inti sel sendiri memiliki rantai informasi yang biasa kita sebut dengan DNA. DNA pun tersusun dari senyawa dari atom. Dan seterusnya....

Prof. Cefat Babuna bergagasan "Bagaimana semua sel yang sama persis ini bergerak menuju tempat yang sama sekali berbeda, seakan-akan mereka mendapat perintah dari suatu tempat, dan berusaha agar benar benar terbentuk organ-organ yang sungguh berbeda? hal ini jelas menunjukan bahwa sel yang identik ini, yang tidak mengetahui apa yang akan mereka kerjakan, yang memiliki genetika dan DNA yang sama, tiba-tiba menerima perintah dari suatu tempat, sebagian dari mereka membentuk otak, dan sebagian dari mereka membentuk organ yang lain lagi."

Menurut Prof . Paul Davies, Ahli fisika matematis dari universitas Arizona di Amerika, jika laju pengembangan hanya berbeda lebih dari sepuluh pangkat minus delapan belas detik saja (satu detik dibagi 1 milyar kemudian dibagi semilyar lagi), alam semesta ini tidak akan terbentuk. DAlam Bilim ve Teknik (majalah ilmiah Turki) Mungutip sebuah artikel yang muncul dalam majalah science
"Jika kekerapan alam semesta hanya sedikit lebih tinggi, dalam hal ini menurut teori relativitas einstein, alam semesta tidak akan mengembang akibat daya tarik partikel partikel atom, namun mengerut, dan pada akhirnya lenyap pada satu titik, jika kekerapan awal sedikit lebih kecil, maka alamsemeta akan dengan cepat mengembang. Namun dalam hal ini partikel-partikel atom tidak menarik satu sama lain dan tidak ada bintang dan galaksi akan pernah terbentuk, Akibatnya manusia tidak akan pernah muncul, kemungkinan alam semesta terjadi secara kebetulan sama seperti mendirikan pensil runcing diatas ujungnya yang tajam selama milyaran tahun" 

Sedikit dari sekian banyak pelajaran yang dikutip diatas telah menjelaskan bahwa Sang Pencipta mutlak adanya, maka maukah kita mengambil pelajaran ?




"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka". [Ali 'Imran/3:190-191]."

"Sesungguhnya Rabb kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy; Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Rabb semesta alam. [al-A'râf/7:54]."

"Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan; dan langit, bagaimana ia ditinggikan? Dan gunung-gunung, bagaimana ia ditegakkan? Dan bumi, bagaimana ia dihamparkan? [al-Ghasyiyah/88:17-20]. "

Kamis, 30 Januari 2014

how you look in hijab


Sebagai seorang muslimah, mengenangkan hijab itu bukan suatu kebolehan, bukan pula sunnah melainkan suatu kewajiban yang tidak dapat ditawar, sama seperti solat...
hijab yang digunakan-pun harus dengan sebenar-benarnya hijab yang di ajarkan, ingat hijab itu bukan fashion, hijab untuk menutup tubuh dari segala lekuk indah tubuh :)

Lihat video ini, (how you look in hijab) dan... mereka yang dikenangkan hijab, bukanlah seorang muslim, dan lihat apa kata mereka....









"Dan katakanlah kepada perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka dan …."
(QS. An-Nur : 31)

“Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.” 
(Al Ahzab :59)

“Ada 2 macam penghuni Neraka yang tak pernah kulihat sebelumnya; sekelompok laki-laki yang memegang cemeti laksana ekor sapi, mereka mencambuk manusia dengannya. Dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang, sesat dan menyesatkan, yang dikepala mereka ada sesuatu mirip punuk unta. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya. Sedangkan bau surga itu tercium dari jarak sekian dan sekian” (H.R. Muslim).

"Wahai Muslimah, Kamu sudah cantik sejak ber-Syahadat, tugas-mu adalah melindungi kecantikan itu"